Identifikasi dan Edukasi Anti-Bullying Berbasis PAR pada Siswa SMP & SMK Muhammadiyah 3 Kadungora

Khaerunnisa Khaerunnisa, Salwa Mutiara Hysan, Ratna Dewi Sinta, Ibnu Khairy Wijaya, Ahmad Zaky Maftuh, Amung Ahmad Muharam

Abstract


Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai bullying kepada siswa SMP Muhammadiyah 3 Kadungora (kelas VII) dan SMK Muhammadiyah 3 Kadungora (kelas X) dengan total peserta 182 siswa. Fenomena bullying masih menjadi persoalan serius di lingkungan sekolah karena berdampak pada kesehatan mental, perkembangan sosial, dan prestasi akademik siswa. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), kegiatan dilakukan dengan metode ceramah interaktif, refleksi pengalaman pribadi, serta aktivitas kreatif berupa penulisan pengalaman bullying di sticky notes dan sesi foto menggunakan bingkai “Stop Bullying”. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bentuk bullying yang paling sering dialami siswa adalah body shaming (40%), diikuti bullying fisik (28%), verbal (16,7%), keluarga (8,7%), dan emosional (6,6%). Data ini menegaskan bahwa bullying tidak hanya terjadi dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi juga dalam bentuk verbal maupun emosional yang berdampak serius pada perkembangan remaja. Edukasi berbasis pengalaman terbukti efektif meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan empati siswa terhadap bahaya bullying, sekaligus mendorong terciptanya iklim sekolah yang lebih aman, sehat, dan kondusif. Kegiatan ini diharapkan menjadi acuan pengembangan program berkelanjutan dalam upaya pencegahan bullying di sekolah

References


Afandi, A. dkk. (2013). Modul Participatory Action Reseacrh (PAR). IAIN Sunan Ampel Surabaya.Departemen, S. (1997).

Al Aziz, G.F. dkk (2023). Participatory Action Research: Pembentukan Karakter Anak Jalanan Melalui Penguatan Religius. Jurnal Development, Volume 2 Nomor 1, Maret 2023.

Ford, R., King, T., Priest, N., & Kavanagh, A. (2017). Bullying and mental health: Risks for suicide and depression. SAGE Journals.

Hutabarat, Y., & Simanjuntak, E. (2019). Kekerasan fisik di sekolah: Tantangan dan strategi pencegahan. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(1), 55–67.

Hymel, S., & Swearer, S. M. (2015). Four decades of research on school bullying: An Introduction. American Psychologist, 70(4), 293–299. https://doi.org/10.1037/a0038928

Kemendikbud. (2017). Stop Perundungan. In 2024.

Kolb, D. A., Boyatzis, R. E., & Mainemelis, C. (2014). Experiential learning theory: Previous research and new directions. Perspectives on Thinking, Learning, and Cognitive Styles, 216, 227–247. https://doi.org/10.4324/9781410605986-9

Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2020, 10 Februari). Sejumlah kasus bullying sudah warnai catatan masalah anak di awal 2020. Diakses pada 1 September 2025, dari https://www.kpai.go.id/publikasi/sejumlah-kasus-bullying-sudah-warnai-catatan-masalah-anak-di-awal-2020-begini-kata-komisioner-kpai

Lickona, T. (1992). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam.

Nirmala, R., Putri, A., & Dewi, S. (2022). Experiential learning untuk pencegahan bullying di sekolah. Journal Universitas Tarumanagara.

Pearson, J., & Fagan, J. (2021). What have we learned and where do we go from here? New Research on Parenting Programs for Low-Income Fathers, 215–234. https://doi.org/10.4324/9780367363444-15-15

Pratama, R., Dewi, L., & Arifin, M. (2021). Body shaming dan dampaknya pada remaja. Jurnal Psikologi Remaja, 6(2), 101–112.

Putra, I., & Safitri, D. (2023). Efektivitas program anti-bullying berbasis sekolah. Jurnal Pendidikan dan Psikologi, 15(3), 120–134.

Rahmawati, N., & Hidayati, T. (2020). Dampak bullying verbal terhadap harga diri siswa. Jurnal Konseling Pendidikan, 8(2), 88–96.

Rigby, K. (2020). Effects of peer victimization in schools and perceived social support on adolescent well-being. Journal of Adolescence, 23(1), 57-68. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0140197199902890?via%3Dihub

Saudahisyaraqzaeni. (2023). Perilaku bullying dalam pandangan Erik Erikson. Kompasiana. Diakses dari https://www.kompasiana.com/saudahisyraqzaeni1398/63a1df334addee776470a3f2/perilaku-bullying-dalam-pandangan-erik-erikson

Siswandi. & Syaifuddin, Ahmad. (2024). Penelitian Tindakan Partisipatif Metode Par (Partisipatory Action Research)Tantangan Dan Peluang Dalam Pemberdayaan komunitas. Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan ISSN€ 2580-8109| Vol. 19 No. 02 (Oktober, 2024) | p. 111-125 Doi: https://doi.org/10.55352/uq

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi ke-12). Bandung: Alfabeta.

UNESCO. (2024), 6 November). Violence and bullying in schools: UNESCO calls for better protection of students. Diakses pada 2 September 2025, dari https://www.unesco.org/en/articles/violence-and-bullying-schools-unesco-calls-better-protection-students

Widodo, A. (2022). Bullying emosional dan kesehatan mental siswa SMP. Jurnal Psikologi Pendidikan, 12(1), 45–59.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Gusjigang Jurnal Pengabdian Masyarakat