Determinan Kemiskinan di Jawa Tengah: Studi Empiris Pengaruh Upah Minimum, IPM, dan Pengangguran (2021-2023)
Abstract
Abstract
This research aims to determine the effect of the minimum wage, the Human Development Index (HDI), and the unemployment rate on poverty in Central Java in 2021-2023. This research is library research with a quantitative approach and uses secondary data. The sample for this research was 42 data, which were obtained through the official website of the Central Java Central Statistics Agency for the 2021-2023 period. This data was processed using the EViews 12 application. Based on research carried out using the T-test, the results were that the minimum wage had a result of -0.815586 < 1.68595 with a probability value of 0.4198 > 0.05. It could be concluded that the minimum wage had no effect significant impact on poverty. The Human Development Index (HDI) has a result of 0.406242 < 1.68595 with a probability value of 0.6868 > 0.05, so the Human Development Index (HDI) has no significant effect on poverty. The unemployment rate has a result of 3.884305 > 1.68595 with a probability value of 0.0004 < 0.05, so it can be concluded that the unemployment rate partially has a significant effect on poverty. However, overall, the three variables together can explain variations in the poverty rate.
Keywords: Poverty; Minimum Wage; Human Development Index (HDI); Unemployment Rate.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh upah minimum, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan tingkat pengangguran terhadap kemiskinan di Jawa Tengah tahun 2021-2023. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan data sekunder. Sampel penelitian ini sebanyak 42 data, yang diperoleh melalui situs resmi Badan Pusat Statistik Jawa Tengah Periode 2021-2023. Data tersebut diolah menggunakan aplikasi EViews 12. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan uji T diperoleh hasil, Upah Minimum memiliki hasil -0,815586 < 1,68595 dengan nilai prob 0,4198 > 0,05 dapat disimpulkan bahwa upah minimum tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memiliki hasil 0,406242 < 1,68595 dengan nilai prob 0,6868 > 0,05 maka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Tingkat pengangguran memiliki hasil 3,884305 > 1,68595 dengan nilai prob 0,0004 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tingkat pengangguran secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Namun, secara keseluruhan, ketiga variabel tersebut bersama-sama dapat menjelaskan variasi dalam tingkat kemiskinan.
Kata Kunci: Kemiskinan; Upah Minimum; Indeks Pembangunan Manusia (IPM); Tingkat Pengangguran.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Angeline, Paulina Rika Elly. (2024). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Indeks Pembangunan Manusia, dan Tingkat Pengangguran Terbuka terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Belgrave, Michael. (2012). Social Policy History: Forty Years on, Forty Years Back. Treasury.
Direktorat Analisis dan Pengembangan Statistik. (2024). Indeks Pembangunan Manusia 2023. Badan Pusat Statistik.
Faadihilah, Ghazy Faden. (2023). Analisis Pengaruh IPM, Pertumbuhan Ekonomi dan Upah Minimum terhadap Kemiskinan Di Kabupaten Bekasi. Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi 9 (5).
Fitriana, Nur. (2022). Pengaruh Upah Minimum Regional, Indeks Pembangunan Manusia dan Pengangguran terhadap Kemiskinan di Indonesia. Banda Aceh: Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.
Handayani, Nuraeni. (2024). Pengaruh IPM, Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran terhadap Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017-2019. Diponegoro Journal of Economics 11 (1): 26–36. https://doi.org/10.14710/djoe.32658.
Hartati, Yuniar Sri. (2021). Analisis Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis 12 (1).
Mankiw, N. Georgy. (2018). Pengantar Teori Ekonomi Makro. Salemba Empat.
Maulina, Kesha Rizki. (2023). Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka, Pertumbuhan Ekonomi, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Aceh Periode 2017-2021 Ditinjau dalam Perspektif Ekonomi Islam. Banda Aceh: Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.
Muhammad Farhan Dakhilullah. (2022). Pengaruh Upah Minimum dan Pengangguran terhadap Kemiskinan di Pulau Jawa Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19. Wawasan : Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan 1 (1): 60–75. https://doi.org/10.58192/wawasan.v1i1.239.
Novitasari, Halla. (2023). Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tenaga Kerja dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap Kemiskinan di Jawa Tengah Tahun 2017-2021 dengan Distribusi Zakat sebagai Variabel Moderating. Thesis (Other). Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga Tahun 2023.
Nurfarizki, Ardhia Iqbal, Bagas Setiawan, Fais Ridho Nugroho, Wahyu Rizky, and Mohammad Rizal Wildan Azka. (2024). Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Pertumbuhan Ekonomi dan Lama Sekolah terhadap Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah.
Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah. (2019). Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023.
Pinontoan, Marien. (2020). Konsep Dasar Kemiskinan dan Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Pekalongan: PT Nasya Expanding Management.
Prasetyo, Senen Budi, Arif Sofianto, Lita Febrian, Okki Chandra Ambarwati, Wahyu Widodo, and Lilam Kadarin Nuriyanto. (2023). Rekonstruksi Strategi Penanggulangan Kemiskinan Jawa Tengah: Bukan Sekedar Bantuan Sosial. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Badan Riset dan Inovasi Daerah 1 (1).
Suharnanik. (2023). Buku Ajar Masalah Ketenagakerjaan dan Pengangguran. 1st ed. Surabaya: UWKS PRESS.
Sumarsono, Sonny. (2003). Ekonomi Manajemen Sumberdaya Manusia dan Ketenagakerjaan. Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Telaumbanua, Dalinama. (2019). Hukum Ketenagakerjaan. Deepublish.
Wafirrotullaela, and Anton Bawono. (2023). Pengaruh Upah Minimum Regional dan Pengangguran terhadap Tingkat Kemiskinan (Studi Kasus 35 Kab./Kota di Jawa Tengah TAHUN 2021). Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah 8 (2).
DOI: http://dx.doi.org/10.21043/jebisku.v3i1.4327
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam by Faculty of Islamic Economics and Business, State Islamic Institute (IAIN) of Kudus, Kudus, Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
