KONSEP ZHIHAR SYAIKH ALI AL-SHABUNI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEADILAN GENDER

Safiatus Zahro, Nasrulloh Nasrulloh

Abstract


Artikel ini mengkaji penafsiran Syaikh Ali Al-Shabuni terhadap konsep zhihar dan ketentuan kafaratnya dalam QS. Al-Mujadalah ayat 1–4, serta menelaah implikasi penafsiran tersebut terhadap prinsip keadilan gender. Kajian ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan literatur yang berperspektif gender terutama pada konteks relasi laki-laki dan perempuan dalam praktik hukum Islam kontemporer. Artikel ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dan pendekatan kepustakaan (library research), dengan mengkaji kitab Rawai’ul Bayan karya Al-Shabuni sebagai sumber data primer. Syaikh Ali Al-Shabuni menggunakan pendekatan tekstual (tafsir lughawi dan tafsir tafshily). Hasil penelitian ini adalah zhihar secara historis merupakan praktik Jahiliyah, di mana suami menyamakan istri dengan punggung ibu kandungnya, sehingga ia haram bersetubuh dengan suami tanpa memutuskan ikatan perkawinan. Implikasi dari intervensi Al-Qur’an ini adalah penolakan terhadap diskriminasi dan penghinaan verbal, secara fundamental menegakkan keadilan gender dengan memulihkan martabat perempuan yang dirugikan. Namun, di sisi lain, penafsiran klasik Al-Shabuni dinilai kurang menyoroti aspek relasional, sehingga hermeneutika gender kontemporer diperlukan untuk memahami zhihar sebagai masalah hubungan kuasa dan sebagai landasan normatif bagi advokasi kesetaraan dalam hukum keluarga Islam.


Keywords


Zhihar, Kafarat, Syaikh Ali Al-Shabuni, Keadilan Gender

Full Text:

PDF

References


Abdillah al-Ansari al- Qurtubi. (n.d.). Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an.

Abi al-Suud Ibn Muhammad al Imadi al Hanafi. (n.d.). Tafsir Abi As-Suud Jilid VIII.

Adrianto. (2024). Esensi Zihar Menurut Hukum Islam (Studi Pemikiran Imam Abu Hanifah Dan Imam Malik). Qonun: Jurnal Hukum Islam Dan Perundang-Undangan, 8 (1), 133–154. https://doi.org/10.21093/qj.v8i1.8088

Anisa, L. N. (2024). The Impact of Zhihar on Women ’ s Rights in the Perspective of Gender Jurisprudence. The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 5(2), 174–192. https://ejournal.iainata.ac.id/index.php/kabilah/article/view/279

Ardhi, S. W. (2025). Keadilan Gender dalam al-Qur’an dan Implementasinya dalam Gerakan Emansipasi di Indonesia (Studi Penafsiran al-Ahzab Ayat 35, al-Taubah Ayat 71, dan al-Nisa Ayat 34). Alhamra : Jurnal Studi Islam, 6(2), 123–136. https://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/Alhamra/article/view/25910

Azmi, S., & Akbar, I. (2022). Zhihâr Contextualization in Indonesia : An Anthropo-Linguistic Study. Al-’Adalah, 19(2), 245–260. https://doi.org/10.24042/adalah.v19i2.14040

Hananah, Norhasan, B. (2023). Kesetaraan Dan Keadilan Gender Dalam Perspektif Al-Qur’an & Hadits. Kabilah: Journal of Social Community, 8(1), 204–218. https://ejournal.iainata.ac.id/index.php/kabilah/article/view/279

M. Quraish Shihab. (2004). Tafsir al-Mishbah (Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an). Lentera Hati.

Muhammad Husnul, J. (2024). Keabsahan Ẓihar Sebagai Pujian Menurut Persepsi Teungku Dayah Kecamatan Juli, Bireuen. Journal of Indonesian Law, 5(1), 1–19. https://doi.org/10.18326/jil.v5i1.2235

Nasrulloh, M. (2022). Studi Analitik Hermeneutika Fazlur Rahman. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5, 800–807. https://repository.uin-malang.ac.id/10247/6/10247.pdf

Rustina. (n.d.). Implementasi Kesetaraan Dan Keadilan Gender Dalam Keluarga. 25, 283–308. https://share.google/NTSxoxIcsioBQXlVk

Simanjuntak, H., Adly, M. A., & Firmansyah, H. (2024). Qawaid Fiqhiyyah Tentang Zihar. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 2(5). https://doi.org/10.61132/jbpai.v2i5.544

Su’eb. (2024). Pemikiran moderatif ushul fiqh ibn rusyd dalam pembentukan hukum. Minaret Journal Of Religious Studies, 02, 1–11.https://jim.iainkudus.ac.id/index.php/MINARET/article/view/2364

Sumantri, R. A. (2013). Hermeneutika Al-Qur’an Fazlur Rahman Metode Tafsir Double Movement. Jurnal Dakwah Dakwah & Komunikasi, 7(1). https://share.google/vMmbkB2bDjRM5M4yv

Syeikh Muhammad Ali al-Shabuni. (2014). Rawaiyul Bayan Tafsir Ayat al- Ahkam min al-Qur’an. Darul Alamiyah.

Takhrij Al-Sunan jilid 3. (n.d.).

Utami, K. (2022). Fenomena Perempuan sebagai Pemimpin di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang : Antara Patriarki dan Feminisme. Yinyang : Jurnal Studi Islam, Gender Dan Anak, 17(1), 19–34. https://www.doi.org/10.24090/yinyang.v17i1.5196

Wahid, Z. U. (2025). Analisis Ayat Zihar dan Implikasinya Terhadap Diskursus Pembaharuan Hukum Keluarga Islam Berbasis Kesetaraan Gender. Sakena: Jurnal Hukum Keluarga, 10(1), 1–16. https://journals.fasya.uinib.org/index.php/sakena/article/view/856

Wani, Faisar Ananda Arfa, I. R. S. T. (2025). Kesetaraan Gender dalam Hukum Keluarga Islam dan Hukum Positif. Hidayah: Cendekia Pendidikan Islam Dan Hukum Syariah, 2. https://doi.org/10.61132/hidayah.v2i2.940

Yurisna, dkk. (2024). Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Keluarga. UMSUPRESS.https://www.google.co.id/books/edition/Kesetaraan_dan_Keadilan_Gender_dalam_Kel/FRkREQAAQBAJ?hl=id&gbpv=1


Refbacks

  • There are currently no refbacks.