PEREMPUAN DAN AL-QUR’AN DALAM PANDANGAN TOKOH NYAI KHOIRIYAH HASYIM MERUJUK Q.S. AN-NAHL:97

Rachel Farah Rifa'i

Abstract


Terbatasnya kajian akademik dan minimnya pengakuan terhadap kontribusi ulama perempuan dalam sejarah Islam, khususnya di bidang pendidikan dan pemikiran keagamaan, menunjukkan kuatnya budaya patriarki yang kerap diperkuat oleh pemahaman keagamaan yang belum utuh. Artikel ini membahas bagaimana Al-Qur’an memandang kesetaraan antara laki-laki dan perempuan serta bagaimana pemikiran dan kiprah Nyai Khoiriyah Hasyim merepresentasikan nilai-nilai kesetaraan tersebut dengan merujuk pada Q.S. An-Nahl [16]: 97. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah konsep kesetaraan gender dalam perspektif Al-Qur’an dan mengkaji relevansinya melalui gagasan serta praktik pendidikan yang dikembangkan oleh Nyai Khoiriyah Hasyim sebagai ulama perempuan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah ayat-ayat Al-Qur’an, literatur tafsir, biografi tokoh, dan karya ilmiah terkait isu gender dalam Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menegaskan kesetaraan laki-laki dan perempuan dalam keimanan, amal saleh, dan hak memperoleh kehidupan yang baik. Kiprah Nyai Khoiriyah Hasyim membuktikan bahwa Islam mendorong peran aktif perempuan secara adil dan bermartabat dalam pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Full Text:

PDF

References


Al-Hasyimi, M. A. (1997). Jati diri wanita muslimah. Pustaka Al-Kautsar.

Berkey, J. P. (2014). The transmission of knowledge in medieval Cairo: A social history of Islamic education.

Dr. Nasaiy Aziz, M. (2020). Membumikan Al-Quran Melalui Penafsiran Bahasa dan Sastra Bint As-Syati’.

Hadzik, M. I., & Daniati, N. (2000). KH Hasyim Asy’ari figur Ulama dan pejuang sejati. Pustaka Warisan Islam.

Hakim, L. (2023). Kesetaraan gender dalam pendidikan Islam perspektif M. Quraish Shihab. Peradaban Journal of Interdisciplinary Educational Research, 1(1), 1–20.

Hasan, N. (2020). Muslim Feminis di Indonesia: Aktivisme dan Pemikiran Gender. Gading Publishing.

M. Quraish Shihab. (2006). Tafsir al-Mishbah; Pesan dan Keserasian Al-Qur’an vol. V. Lentera Hati.

Mahmudah, S. (2020). Perempuan dalam Wacana Tafsir di Indonesia. Jurnal Gender Islam, Vol. 8, No.

MIGHFAR, S., PUTRI, A. M. M., & KHADAM, B. M. (2024). PATRIARKI DAN KESETARAAN GENDER DALAM TAFSIR KLASIK DAN KONTEMPORER. Jurnal Payung Sekaki: Kajian Keislaman, 1(2), 98–110.

Misrawi, Z. (2010). Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari: moderasi, keumatan, dan kebangsaan. Penerbit Buku Kompas.

Muzayanah, F. (2020). Gerakan Sosio-Intelektual Nyai Khoiriyah Hasyim. The International Journal of Pegon: Islam Nusantara Civilization, 4(02), 139–202.

Rofi’ah, F. (2019). Tafsir Tematik untuk Keadilan Gender dalam Islam. Rahima Press.

Shihab, M. Q. (2010). Perempuan: Dari Cinta sampai Seks, dari Nikah Mut’ah sampai Nikah Sunnah, dari Bias Lama sampai Bias Baru. Lentera Hati. https://books.google.co.id/books?id=mAH2CAAAQBAJ

Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.

Team, E., Editor, M., Anam, A. K., & Reviewer, P. (n.d.). 34-Article Text-111-2-10-20210106.

Wardiyah, J. (2021). Al-Qur’an Bertutur Tentang Perempuan Melacak Kedudukan Perempuan dalam Perspektif Al-Qur’an. Jurnal Pendidikan Guru, 2(1), 79–87. https://doi.org/10.47783/jurpendigu.v2i1.190


Refbacks

  • There are currently no refbacks.