Analisis Penyebab Cerai Gugat di Pengadilan Agama Jepara Tahun 2022
Abstract
Full Text:
PDFReferences
Ali, I. (2016). Memahami konsep perceraian dalam hukum keluarga. Jurnal Buana Gender, 1(1), 20.
As-Subki, A. Y. (2010). Fiqh keluarga: Pedoman berkeluarga Islam (Cet. 1). Jakarta: Amzah.
Arikunto, S. (2014). Prosedur penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Departemen Agama RI. (2005). Al-Qur’an dan terjemahnya. Bandung: PT. Syaamil Cipta Media.
Ferba, M., Nasution, R., & Daulay, N. (2022). Analisis tingginya tingkat perceraian di Kota Medan. Jurnal Perspektif, 11(2), 692–699. https://doi.org/10.31289/perspektif.v11i2.6099
Ghazali, A. R. (2008). Fiqh munakahat. Jakarta: Kencana.
Hariati, S. (2025). Analisis Peran Mediasi Dalam Penyelesaian Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Indonesia. Unizar Law Review, 8(1), 103–111. https://doi.org/10.36679/ulr.v8i1.86
Mulyana, D. (2006). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Pada Keluarga. (2021). Cerai gugat: Telaah penyebab perceraian pada keluarga di Indonesia. Jurnal Pada Keluarga, 6(1), 11–21.
Sugiyono. (2009). Metode penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D (Cet. VI). Bandung: Alfabeta.
Syarifuddin, A. (2006). Hukum perkawinan Islam di Indonesia: Antara fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan. Jakarta: Prenada Media Group.
Tantu, A. (2013). Arti Pentingnya Pernikahan. Al Hikmah, 14(2), 199–208
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 JIMSYA: Jurnal Ilmu Syariah
JIMSYA: Jurnal Ilmu Syariah has been Indexed by : -
JIMSYA: Jurnal Ilmu Syariah


JIMSYA: Jurnal Ilmu Syariah by Sharia Faculty, State Islamic Institute (IAIN) of Kudus, Kudus, Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.